Unsur-Unsur Teater Tradisional dan Teater Modern

UNSUR-UNSUR TEATER – Teater dapat diartikan sebagai suatu kebudayaan yang disajikan oleh sekelompok orang di depan khalayak ramai. Umumnya, teater dapat dibedakan menjadi teater tradisional dan teater modern.

UNSUR-UNSUR TEATER TRADISIONAL DAN MODERN

Lalu, apa saja unsur-unsur teater tradisional dan modern? Tenang, Anda tidak akan disuguhkan oleh hal-hal yang memusingkan. Simak saja informasinya di bawah ini.

[toc]

Kalung Kucing Liontin Bahan Kulit Asli Premium

Unsur-Unsur Teater Tradisional

unsur-unsur teater
pexels.com

Teater tradisional atau yang juga disebut sebagai ‘teater daerah’ adalah suatu bentuk pertunjukan dimana para aktornya berasal dari daerah setempat. Umumnya, cerita yang diangkat bersumber dari kisah atau sejarah zaman dahulu yang telah membudaya (mengakar).

Jika menelik lebih jauh, teater tradisional memiliki beberapa unsur. Unsur yang pertama yaitu setting: bisa disebut sebagai latar yang di dalamnya mencakup ruang, waktu, dan tempat.

Kedua, penokohan: pihak-pihak yang terlibat dan yang menciptakan konflik dalam cerita. Dalam penokohan, minimal harus ada dua orang yang berkonfrontasi untuk menciptakan konflik. Dengan kata lain, ada yang disebut tokoh protagonis dan antagonis.

Ketiga, plot: alur atau rangkaian cerita yang berkaitan satu sama lain yang berorientasi pada hubungan sebab akibat, namun di dalamnya tetap diisi dengan struktur yang didesain dengan rapi sehingga menarik ketika dipentaskan.

Keempat, isi cerita: bisa disebut sebagai karya sastra sebuah drama karangan sastrawan yang di dalamnya terdapat visi dan misi dari pengarangnya. Visi dan misi tersebut dapat dianalisis melalui ide, tema, dan value yang terkandung di dalamnya.

Kelima, dekorasi: penataan tempat untuk suatu pertunjukkan agar sesuai dengan latar kejadian dalam cerita. Dekorasi bisa berupa kursi, meja, lemari, rumah, hiasan, dan benda-benda pendukung lainnya.

Yang terakhir yaitu tata musik, rias, dan kostum. Sama halnya dengan dekorasi, unsur ini juga termasuk unsur artistik yang mendukung keberlangsungan sebuah pementasan dengan tujuan untuk memberikan suasana yang mendalam pada sebuah cerita.

Unsur-Unsur Teater Modern

unsur-unsur teater
pexels.com

Teater modern atau yang juga disebut sebagai teater non tradisional adalah jenis teater yang berkembang di tengah keramaian kota yang  di dalamnya terdapat pengaruh teori Barat. Umumnya, cerita yang dipentaskan bersumber dari peristiwa atau kejadian sehari-hari.

Menilisik lebih jauh, unsur-unsur teater modern umumnya terdiri dari enam unsur. Pertama, tubuh: sebagai media utama karena ia berfungsi untuk menampilkan sebuah peragaan atau adegan, baik menggunakan organ kaki, tangan, dan seterusnya.

Kedua, gerak: sebagai unsur penunjang dari tubuh, seperti gerak mata, gerak kepala dan gerak lainnya yang mendukung suatu adegan agar terlihat sempurna atau penuh dengan penghayatan sehingga penikmat teater bisa menangkap maksud suatu adegan.

Ketiga, suara: sebagai pendukung dari sebuah gerakan sehingga cerita akan lebih mudah dan cepat tersampaikan. Selain itu, suara juga berperan sebagai unsur substitusi ketika unsur gerak tidak mampu menciptakan suatu adegan.

Keempat, bunyi: unsur yang sangat penting dalam teater yang berfungsi untuk memberikan efek tertentu sehingga alur cerita menjadi lebih hidup. Sumber bunyi bisa berasal dari alat musik, seperti keyboard. Keyboard mampu menampilkan beragam back sound.

Kelima, rupa: dapat ditampilkan dengan penggunaan kostum, make up, dan setting panggung yang di dalamnya terdapat beberapa aksesori. Kostum mampu menggambarkan situasi tokoh, make up mampu mendukung karakter tokoh, dan setting panggung menjadi penyempurna.

Terakhir, cerita: bisa disebut sebagai alur atau gambaran suatu peristiwa yang dituangkan dalam teater. Tanpa cerita, lima unsur di atas tidak ada arti. Oleh karena itu, cerita adalah induk dalam sebuah teater.

Itulah unsur-unsur teater tradisional dan modern. Dari penjelasan tersebut, maka kesimpulannya yaitu unsur-unsur pada teater tradisional dan modern tidak jauh berbeda, perbedaannya hanya terletak pada kondisi kisah yang diceritakan: dahulu dan masa kini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.