9 Hal Ajaib Berikut Ini Hanya Dirasakan Oleh Kamu: Mahasiswa Jurusan DKV

9 Hal Ajaib Berikut Ini Hanya Dirasakan Oleh Kamu: Mahasiswa Jurusan DKV

TekoNeko.net – Apa yang tak terlintas pertama kali di pikiran polosmu ketika mendengar jurusan Desain Komunikasi Visual atau DKV?

Pasti yang terbayang adalah ranah dipenuhi aktivitas corat-coret, mendesain atau menggambar sesuatu yang ujung-ujungnya keren abis seperti nama jurusannya.

Namun, apakah ada data yang valid kalau mahasiswa DKV hanya bercanda gurau dengan desain dan gambar? Hayoo… siapa yang bilang?

Terus, kalau menurut kabar burung sih, anak lulusan DKV itu gak perlu nyari kerjaan, tapi kerjaan yang nyari lulusan DKV. Katanyaaa….

Nah, berikut ini adalah 9 hal ajaib yang sudah atau akan kamu rasakan ketika menjalani hari-hari dengan status mahasiswa DKV. Ssst… pengalaman ini hanya bisa dirasakan oleh mahasiswa DKV doang, gak yang lain.

Kalung Kucing Liontin Bahan Kulit Asli Premium

1. DKV? Beuh, namanya keren abis, euy!

sapalah.wordpress.com
sapalah.wordpress.com

Keren, kan? Keren, kan? Namanya itu loo, anti-mainstream…

Coba sebutin nama jurusan kuliah yang singkatannya aja pas disebut bisa buat orang terpana-pana… karena bingung, hehehe….

Yup, ketika mendengar kata DKV mungkin sebagian orang akan kebingungan namun ketika disebutkan kepanjangannya adalah Desain Komunikasi Visual maka tiba-tiba orang-orang tersebut seperti seolah-oleh kagum terhadapmu.

Seperti itulah bayanganmu ketika waktu dulu kepincut dengan informasi menarik ketika kepo ingin tahu apa itu sebenarnya DKV.

Rela browsing semalaman hanya untuk mencari bagaimana pelajaran-pelajarannya? Penasaran tentang seperti apa dosen-dosennya? Prospek lulusan menjadi apa?

Ujungnya, semua pertanyaan di atas akhirnya terjawab dan membuatmu terdiam sebelum berucap:
“DKV tujuan gue. Gue harus jadi anak DKV yang sukses! Harus!”

2. Diterima di Jurusan DKV, Senang Bukan Kepalang

pixabay.com
pixabay.com

Kamu: Nyak, aye keterime di jurusan dekape, Nyaaak…

Nyokap: Dekape apaan, Tong?

Lama waktu berselang setelah kamu mendaftar di jurusan, akhirnya semua usaha membuahkan hasil. Kamu lulus dan resmi menyandang status mahasiswa DKV.

Bangganya bukan main. Sekilas saja setelahnya, kamu langsung mulai pamer dengan mengganti semua data biografi di sosial mediamu dengan embel-embel anak DKV.

Padahal, lulusnya dirimu di jurusan tersebut adalah awal perjalanan penuh perjuangan yang sebelumnya tak pernah terlintas di syaraf otak milikmu.

3. Selamat di Istana Kegelapan, Mau Pesan Apa?

pixabay.com
pixabay.com

Tumben gak ngopi, Jhon?

Kopi gue habis, Thor

Begadang lagi nih malam ini?

Iyalah, biasaaa…

Jones amat loe, Jhon

#lemparpensil

Setelah beberapa lama hidup dengan status anak DKV, kamu akhirnya sadar bahwa gerbang sebuah tempat yang penuh dengan kegelapan baru saja kamu lalui.

Kamu tahu bahwa tak mungkin untuk berbalik arah tempat bernama Istana Kegelapan yang memiliki Raja dengan nama BEGADANG PANJANG dan Ratu KOPI HITAM LEGAM.

4. Memori OSPEK Kembali Terkenang, Menerawang Panjang, Sebab Tugas Akademik Menghalang Rintang

kevinanggara.com
kevinanggara.com

Andai saja bisa kembali ke masa-masa OSPEK. Ucapmu dalam hati.

Saat menjalani OSPEK yang membosankan, kamu mungkin ingin segera kegiatan tersebut berakhir.

Faktanya, ketika masa OSPEK telah berakhir, kamu sebagai mahasiswa DKV baru akan segera bertatap muka dengan tumpukan tugas yang tak pernah kamu kenal sebelumnya.

Tidak hanya kamu sendiri ternyata, teman-teman sejurusanmu pun juga mengalami hal yang sama. Spontan kamu mulai stres berjamaah dan tiba-tiba meminta mesin waktu untuk kembali mengulang ke masa-masa OSPEK.

Gak papa deh, seniornya kejam, jahil, dan suka marah-marah ama anak baru. Gue ikhlas dah daripada harus ngerjain tugas yang dari awal masuk gak tau gunanya bikin Nirmana apaan.

5. Ternyata DKV Itu Seperti Ini… 179 Derajat Berbeda dari Ekspektasi

pixabay.com
pixabay.com

Sebab ada kata desain, komunikasi, dan visual maka tentu jurusan ini sangat berhubungan dengan kegiatan warna warni penuh imajinasi berbekal teknologi yang terus canggih di masa kini.

Pikirmu dalam hati. Tapi, kenyataan tak pernah semenyeramkan ini…

Bayangan awalmu mungkin akan berinteraksi dengan sesuatu yang kekinian dan teknologi banget tapi kenyataan tidak.

Di semester awal, tugas yang diberikan sangat amat tradisional dan manual. Tak ada bumbu-bumbu teknologi di dalamnya.

Tugas membuat sketsa manualdan murni dikerjakan dengan pensil, pulpen, atau bahkan tinta bak hingga membuat tipografi dengan menggunakan macam-macam media kertas.

6. Don’t Judge The Book by Its Cover

siinformasikasik.blogspot.com
siinformasikasik.blogspot.com

Jhon, bikinin gue desain buat kaos dong.. yang bagus yak

Iya, tarifnya $%^$$*&$&*

Lho, kan kita temenan Jhon, masa iya loe masang tarif ke gue

Serah loe…

Punya status anak DKV itu rada-rada gimana gitu. Secara… teman-teman dan keluargamu bakalan menganggap kamu adalah orang super duper kreatif dan lihai mendesain segala macam.

Kata siapa?! Kamu bahkan gak jago keduanya…. segera tobat, kamu memang salah jurusan kayaknya.

Satu hal yang jelas, anak DKV tentu nantinya wajib harus bisa gambar walau dulunya gak pernah gambar. Namanya juga belajar. Hajarrrr….

7. Gak Punya Waktu Buat Nyari Seonggok Daging Kenyal Bernama “Pacar”

kucingnabi.blogspot.com
kucingnabi.blogspot.com

Masih di kos aja, Jhon. Gak jalan ama pacar apa?

Udah pernah makan paku payung pake sambal plus kecap belum, Thor?

Mau melepas keculunan setelah SMA dengan masuk jurusan DKV yang katanya keren abis? Selamat kamu salah langkah, kawan!

Di jurusan ini, kamu gak bakalan punya waktu buat ngurusin pacar sendiri (kalau ada) apalagi pacar orang. Apalagiiiiiii… buat nyari pacar…. Itu adalah hil yang mustahal, eh, hal yang mustahil.

8. Selalu Ada Teman Sejurusan, Tempat Kau Bersandar, Berbagi Cerita dan Having Fun Bareng Saat GEGANA Tiba-tiba Melanda

andrewhardian.blogpsot.com
andrewhardian.blogpsot.com

Tak bisa dipungkiri kalau ada satu titik dimana kamu akan merasa bahwa kamu telah salah telah mencentang pilihan ‘DKV’ saat pendaftaran dulu.

Bagaimana tidak? Hari-harimu hanya dijejali dengan tumpukan tugas yang itu-itu saja membuatmu dirimu bosan.

Ketika melihat rumput tetangga (jurusan sebelahnya maksudnya), kamu merasa bahwa anak-anak di jurusan tersebut bisa tertawa lepas dan bahagia sejadi-jadinya.

Kamu? Boro-boro ketawa-ketiwi, buat senyum aja kok rasanya gak bisa. Kebayang tugas yang siap menggilas bila tak diselesaikan.

Saat itu lah, rasa Gelisah, Galau, dan Merana datang tak diundang dan pulang tak diantar. Yup, kamu tiba-tiba udah kaya jadi jelangkung, tanpa harapan hidup, dan tanpa belaian dari kekasih hati. Miris.

Namun, melihat teman sejurusanmu yang mengalami hal tersebut dan memotivasi dirimu, semangatmu kembali terlecut untuk bisa terus bergerak dan berlanjut. Salut!

9. Awalnya Dipaksa, Lalu Terbiasa, Setelahnya… Seperti Kata Teh Isyana, DKV Tetap Dalam Jiwa

youtube.com
youtube.com

Kau kan tetap ada di dalam jiwa~

Loe nyanyi Jhon?

Gak kumur-kumur…

Akhirnya setelah sekian lama berhubungan dengan tumpukan tugas kamu malah terbiasa bekerja dengan cara yang tak “manusiawi”.

Tapi, kamu akhirnya paham dan yakin bahwa jurusan DKV adalah pilihan hatimu, semua yang mengganggumu ketika di tengah jalan merupakan bumbu-bumbu yang memang mau tidak mau harus kamu tempuh.

So, DKV Tetap Dalam Jiwa… (terimakasih Teh Isyana, we love you!)

Jangan lupa bagikan ke teman-teman DKV kamu yang lain, biar bisa galau bareng-bareng, hehehe. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.