20+ Contoh Game Ice Breaking Lucu dan Seru Untuk Trainer

Game Ice Breaking Lucu – Ice breaker secara bahasa terdiri dari kata “ice” yang berarti es dan “breaking” yang berarti memecah. Secara istilah ice breaking bisa dimaknai sebagai suatu kegiatan yang umumnya berbentuk permainan untuk memecahkan kebekuan dalam sebuah pertemuan misalnya seperti seminar, ceramah, presentasi, pelatihan, dan kegiatan public speaking lainnya.

game ice breaking lucu
scort-blog ch

Ice breaking sangat dikenal di dunia pelatihan, kelas, workshop, maupun outbound, dan sejenisnya. Kegiatan ini biasanya lucu dan mengundang gelak tawa seluruh peserta yang akhirnya mencairkan suasana dalam sebuah acara.

Kalung Kucing Liontin Bahan Kulit Asli Premium

Uniknya, riuh kegembiraan yang timbul dalam kegiatan ice breaking tidak hanya bersifat hura-hura. Keceriaan yang ada harus menimbulkan semangat, minat, keterlibatan penuh semua peserta serta mampu menciptakan makna pemahaman dan nilai-nilai yang bermanfaat dari segi moral, pendidikan, dan lain-lain.

20+ Contoh Game Ice Breaking Lucu

Berikut Kang Santri akan berikan 20+ contoh game ice breaking lucu yang bisa kamu modifikasi dan kamu terapkan dalam kegiatan public speaking, mos, ospek, dan lain sebagainya. Selamat mencoba!

[toc]

1. Menyambut Pemateri/Trainer

  • Semua peserta diajak untuk bertepuk tangan lalu menyanyikan lagu: “Selamat datang kakak, selamat datang kakak, selamat datang kami ucapkan”. Lagu ini bisa diulangi dua kali atau sesuai kesepakatan.
  • Setelah materi selesai disampaikan, maka peserta kembali bertepuk tangan dan bernyanyi: “Terima kasih kakak,terima kasih kakak,terima kasih kami ucapkan“.

2. Smile

  • Saat trainer mengatakan “smile” maka seluruh peserta wajib menjawabnya dengan kalimat “pribadi, tumbuh, berkembang, sukses, yes” dengan disertakan dengan gerakan yang sepantasnya.
  • Mentor bisa saja langsung teriak “smile” saat suasana sedang jenuh dan peserta harus bisa langsung menjawabnya.

*Kata “smile” bisa diganti dengan kata lain seperti “Apa kabar?” “Takbir” dan dijawab dengan jawaban yang pantas.

3. Tawa Perkenalan

  • Buatlah sebuah lingkaran yang besar sesuaikan dengan jumlah peserta.
  • Siapkan pula selembar kertas dan pulpen.
  • Ajak masing-masing peserta untuk menuliskan namanya sendiri di bagian pojok kiri atas kertas, kemudian lipat dua kali kertas tersebut sampai namanya tertutup.
  • Putar kertas tersebut di antara para peserta sampai peserta tidak mendapatkan kertasnya sendiri.
  • Tulis di dalam lipatan kertas yang masing-masing dipegang oleh peserta dengan sebuah kata predikat/kata kerja, tidak boleh dibuka lebar dan tidak boleh dilihat isi kertas tersebut lalu putar lagi.
  • Tulis kata objek pada lipatan kertas yang masih kosong dan perhatikan tulis di bagian bawah lipatan kertas agar tulisannya berada pada satu halaman dan tidak bolak balik lalu putar lagi.
  • Selanjutnya tulis kata keterangan tempat dan waktu, setelah itu trainer menginstruksikan untuk memutar kertasnya dengan cepat dan semakin cepat sampai peserta berhamburan lalu trainer berteriak “stop”.
  • Dalam keadaan tersebut, ada peserta yang tak kebagian kertas dan ada pula yang memegang kertas lebih dari dua.
  • Peserta yang seperti itu akan disuruh utnuk membacakan isi kertas didepan teman-temannya dengan suara yang lantang.
  • Biasanya isi kertas itu akan mengundang tawa. Contoh tulisan dari kertas tersebut misalnya “herman bermain game di dalam air pada malam hari”.

4. Siapa Dia?

  • Peserta diajak untuk membentuk lingkaran besar.
  • Trainer menunjuk salah satu diantara peserta untuk memperkenalkan diri selengkapnya termasuk cita-cita.
  • Lalu, perkenalan dilanjutkan dengan orang yang berada disamping peserta yang pertama, namun kali orang kedua harus memperkenalkan orang yang pertama dengan lengkap kemudian disusul dengan memperkenalkan dirinya sendiri.
  • Selanjutnya orang ketiga harus memperkenalkan orang pertama dan orang kedua lalu memperkenalkan dirinya sendiri hingga begitu seterusnya sampai selesai satu lingkaran.

5. Suara Tembakan

  • Trainer membagi peserta menjadi beberapa kelompok.
  • Setiap kelompok diberi suara tembakan yang unik dan berbeda-beda.
  • Trainer kemudian menunjuk salah satu kelompok dan kelompok tersebut harus mengelurkan suara tembakan uniknya.
  • Trainer lalu menunjuk kelompok lain dan mengeluarkan suara tembakan uniknya dan begitu seterusnya.
  • Agar lebih seru, trainer harus menunjuk kelompok secara acak dan cepat hingga nanti akan membuat gelak tawa peserta training.

6. Ikuti yang Dilihat

  • Kata kunci dalam ice breaking ini ialah “Lakukan apa yang saya lakukan, jangan lakukan apa yang saya katakan”.
  • Trainer terlebih dahulu menyampaikan aturan di atas berikut cara permainan kepada peserta.
  • Bila perlu berikan contoh seperti trainer mengucapkan “pegang kepala” padahal mentor memegang telinga maka peserta seharusnya memegang telinga karena kuncinya adalah melakukan apa yang dilakukan trainer, bukan apa yang diucapkan trainer.
  • Setelah seluruh peserta paham, maka trainer memulai permainanan.
  • Peserta yang salah dalam permainan ini, maka dia akan diberi hukuman.

7. Ikuti yang Didengarkan

  • Kata kunci dalam permainan ini adalah “Ikuti apa yang saya katakan”.
  • Trainer menyampaikan aturan dan cara permainan.
  • Setelah peserta paham, maka trainer memulai permainan.
  • Mentor mengatakan “ayam, ayam, itik, ayam, itik, itik, ayam, itik”.
  • Lalu semua peserta mengikuti apa yang dikatakan trainer.
  • Lalu trainer melanjutkan dengan mengucapkan “Berapa jumlah ayam?”.
  • Biasanya peserta akan kebingungan dan minta diulang.
  • Trainer lalu mengulangi dari awal.
  • Ketika peserta mengucapkan jumlah ayam adalah sekian maka trainer berkata kalian semua salah, lalu ulangi lagi sampai peserta sadar bahwa seharusnya peserta mengikuti perkataan trainer bukan malah menjawabnya.

8. Mengulang Petunjuk

  • Trainer terlebih dahulu menyampaikan cara permainan.
  • Mentor menunjukkan jari jempol adalah saya, jari telunjuk adalah kamu, jari tengah adalah dia, jari manis adalah kami, dan jari kelingking adalah kalian.
  • Trainer berikan contoh kepada peserta mengangkat telunjuk maka peserta harus menjawab kamu, jika trainer mengangkat jempol maka peserta menjawab saya, dan jika trainer mengangkat jempol dan telunjuk maka peserta harus menjawab saya dan kamu begitu seterusnya.
  • Ketika peserta sudah paham maka trainer memulai permainan dengan mengangkat jari tangannya secara acak, trainer bisa menunjuk satu orang untuk menjawab dengan cepat.
  • Biasanya peserta lambat dalam memikirkan pasangannya.

9. Tebak-tebakan

  • Rumus dari ice breaking ini adalah
    Ini= ayam
    Yang ini= sapi
    Kalau yang ini= kerbau
  • Trainer memberikan pertanyaan pada peserta dengan menunjuk jari-jari tangannya.
  • Peserta harus menjawab pertanyaan sesuai dengan kunci permainan di atas.
  • Trainer berhak mengacak pertanyaan dengan menunjuk sembarang jari-jari tangannya.
  • Ketika peserta sudah paham maka trainer memulai permainan.
  • Trainer boleh menanyakan satu orang peserta atau keseluruhan.
  • Biasanya peserta akan salah-salah dalam menjawab karena mereka fokus pada jari tangan trainer padahal sesungguhnya jari hanya sebagai pengecoh dan seharusnya peserta hanya fokus pada pertanyaannya saja.
  • Misalkan trainer bertanya “ini” maka jawabannya adalah “ayam”, jika trainer bertanya “yang ini” maka jawabannya adalah “sapi” dan jika trainer bertanya “ini” dan “yang ini” maka jawabannya adalah “ayam” dan “sapi”.

10. Jika-Maka

  • Bagi seluruh peserta menjadi dua kelompok.
  • Siapkan kertas dan pulpen.
  • Satu kelompok diberi nama kelompok JIKA dan tugasnya ialah menuliskan kalimat yang diawali kata jika, kelompok lain bernama kelompok MAKA dan bertugas menulis kalimat yang diawali dengan kata maka.
  • Setelah peserta paham dengan tugasnya selanjutnya trainer memberikan waktu pada tiap kelompok untuk menulis kalimat yang diawali dengan kata jika-maka sebanya 3 atau sesuai yang diinginkan trainer.
  • Setelah tiap kelompok selesai dengan tugasnya masing-masing selanjutnya setiap kelompok harus mengutus satu orang perwakilan untuk maju ke depan membacakan tulisannya.
  • Tulisan dibaca secara berpasangan antara tulisan jika dan tulisan maka.
  • Setelah kelompok JIKA selesai membacakan satu kalimatnya maka kelompok MAKA harus menyambung kalimatnya dengan apa yang telah dia tuliskan bersama.
  • Biasanya yang terjadi ialah antara kalimat jika dan kalimat maka tidak nyambung satu sama lain, contohnya “jika saya tidur, maka saya pintar”. Hal inilah yang nantinya akan membuat canda tawa peserta.

11. Kotak

  • Peserta diminta untuk menjawab berapa angka dalam kotak yang kosong
  • Peserta hanya boleh mengisi kotak yang kosong dengan angka 1-9 dan tidak boleh berulang.
  • Setiap angka dalam kotak pada arah horizontal dan vertical harus berjumlah 15.
  • Trainer  memberikan waktu yang sedikit kepada peserta untuk mengisi kotak yang kosong tersebut.
  • Peserta yang duluan menyelesaikannya dengan benar maka akan diberi hadiah oleh trainer.

12. Berhitung dengan Jari

  • Umumnya orang berhitung menggunakan dengan jari seperti 1=telunjuk, 2=telunjuk, 3=jari tengah dan seterusnya.
  • Trainer bisa menggunakan jarinya berhitung dengan cara yang berbeda sesuai dengan kreasinya sendiri.
  • Selanjutnya sampaikan kepada peserta cara berhitung kreasi baru tersebut.
  • Biasanya peserta akan kesulitan melakukan seperti yang trainer lakukan karena sesungguhnya permainan ini melatih keseimbangan otak kiri dan otak kanan.
  • Ulangi terus sampai peserta bisa meniru cara berhitung kreasi baru tersebut.

13. Lomba Berhitung

  • Trainer menantang satu peserta untuk berhitung.
  • Permainan ini adalah permainan menyebut angka atau melanjutkan perhitungan.
  • Peserta dan trainer hanya bisa menyebut angka maksimal sebanyak dua kali contoh 1,2 bisa juga hanya satu angka saja.
  • Siapa yang bisa menyebut angka 20 maka dialah pemenangnya.
  • Sebagai kata kunci untuk menang maka trainer harus berhenti pada angka-angka berikut ini 2-5-8-11-14-17-20.

14. Berhitung

  • Peserta membentuk lingkaran bisa duduk bisa berdiri sesuaikan kondisi dan trainer berada di dalam lingkaran.
  • Trainer menyampaikan aturan main yaitu setiap hitungan kelipatan 3 (sesuai kesepakatan peserta) maka peserta tidak boleh menyebutkan angka kelipatan 3 tersebut melainkan dengan menyebut nama atau bertepuk tangan, dan kemudian perhitungan dilanjutkan.
  • Selanjutnya trainer bisa merubah permainan dengan cara yang berbeda yakni tiap kelipatan tiga maka peserta harus menyebut nama peserta lalu peserta yang disebut harus melanjutkan perhitungan dan seterusnya.
  • Selanjutnya trainer bisa menaikkan level permainan ke tingkat yang sulit lagi.
  • Contoh: kelipatan yang dipakai ada tiga yaitu kelipatan 2,kelipatan 3 dan kelipatan 5, setiap muncul kelipatan 2 maka peserta harus mengucapkan kata “daar”, setiap muncul kelipatan 3 maka peserta harus mengucapkan kata “diir”, dan setiap kali muncul kelipatan 5 maka peserta harus mengucapkan kata “door”, 6 adalah kelipatan 2 dan 3 maka peserta harus berkata “daar-diir” dan seterusnya, 10 adalah kelipatan 2 dan 5 maka peserta harus berkata “daar-door” dan seterusnya.
  • Yang salah dalah permainan ini dianggap gugur dan perhitungan diulang kembali.

15. Menyebut Objek

  • Peserta membentuk lingkaran dan trainer berada di dalamnya.
  • Trainer menentukan kriteria objek yang bisa disebut seperti nama hewan,nama burung dan lain-lain.
  • Peserta harus menyebut nama objek sesuai huruf akhiran yang disebut peserta sebelumnya seperti orang pertama menyebut nangka maka orang kedua harus menyebut nama buah yang awalannya huruf A seperti anggur.
  • Setelah peserta paham maka mentor memulai aksinya dengan memulai menyebut objeknya adalah buah lalu trainer menyebut apel atau yang lain lalu menunjuk salah satu peserta
  • Peserta tersebut harus melanjutkannya dengan menyebut nama buah yang awalannya huruf L lalu dilanjutkan oleh peserta di sebelahnya mengikuti putaran lingkaran.
  • Peserta yang salah dalam permainan ini akan dianggap gugur.
  • Agar lebih seru, trainer bisa mengganti objek dengan kata atau kalimat.

16. Melempar Spidol

  • Trainer memegang spidol.
  • Jika trainer melempar spidol ke atas maka peserta harus bertepuk tangan dan berdesis.
  • Saat spidol sampai pada tangan trainer maka peserta harus berhenti bertepuk tangan.
  • Tingkatkan kecepatan lemparan sehingga nantinya mengganggu konsentrasi peserta.
  • Semakin lama semakin percepat lemparan hingga pada klimaks dengan jarak yang semakin dekat
  • Diakhir permainan trainer berpura-pura akan melempar spidol tersebut dan lihat apakah ada peserta yang bertepuk tangan.

17. Tebak Gaya

  • Peserta membentuk beberapa kelompok yang terdiri dari lima orang atau lebih.
  • Semua peserta menghadap ke belakang lalu trainer memanggil peserta paling belakang dari kelompok dan memperlihatkan gambar atau nama objek entah itu nama hewan, manusia, atau apapun.
  • Setelah peserta tersebut mendapatkan gaya apa yang bisa dia sampaikan kepada orang kedua dia harus menepuk punggung temannya atau orang kedua lalu orang kedua berbalik arah dan orang pertama menunjukkan gayanya untuk menyampaikan apa yang dia lihat sebelumnya.
  • Selanjutnya orang kedua menepuk punggung orang ketiga lalu menunjukkan gayanya sesuai apa yang dia tangkap dari orang pertama.
  • Dilanjutkan pada orang keempat dan orang kelima.
  • Tidak ada suara yang terdengar kecuali gerakan
  • Setelah semua selesai mintalah pendapat dari tiap-tiap peserta atas apa yang mereka tangkap dari gaya atau gerakan yang diperlihatkan dan bandingkan semua pendapat dengan objek yang pertama.

18. Harimau Makan Harimau

  • Peserta membentuk lingkaran dan mengangkat kedua tangannya ke samping.
  • Tangan kanan terbuka lebar seperti meminta sesuatu dan tangan kiri dibuat seperti sedang menunjuk.
  • Tangan kiri diletakkan pada tangan kanan teman disebelahnya dan seterusnya
  • Kunci permainan ini ialah ketika trainer menyebut kata harimau dalam cerita maka peserta harus menangkap jari telunjuk peserta lain yang ada di atas tangan kanannya.
  • Disamping itu dia juga harus secepat mungkin untuk menjauhkan tangan kirinya dari atas tangan kanan peserta lain agar tidak termakan.
  • Setelah peserta paham dengan aturan main maka trainer mulai bercerita.
  • Trainer harus bisa mengarang sebuah cerita, yang penting dalam cerita tersebut terdapat kata harimau.
  • Peserta yang jarinya tertangkap dalam permainan ini bisa saja dihukum atau dianggap gugur lalu permainan dilanjutkan kembali.

*Kata harimau bisa diganti dengan nama hewan atau benda apapun.

19. Pecahkan Kode

  • Peserta membentuk dua kelompok atau lebih.
  • Setiap kelompok hanya boleh membawa satu hp, satu pulpen, dan selembar kertas.
  • Peserta akan diberikan kode berupa angka oleh trainer.
  • Peserta harus memecahkan kode tersebut lalu mencari maksud isi kode tersebut dan memotonya kemudian memperlihatkannya pada trainer untuk memdapatkan kode selanjutnya.
  • Trainer hanya menyiapkan beberapa kode yang harus dipecahkan dan dicari.
  • Yang tercepat memecahkan semua kode maka merekalah yang menang.

20. Rumus Benar-Salah

  • Peserta dibagi menjadi dua kelompok atau lebih dan dihadapkan dengan trainer.
  • Trainer menjelaskan aturan main yaitu rumusnya benar-salah.
  • Jika trainer mengatakan “maju-mundur” maka peserta harus maju dan maju karena rumusnya adalah “benar-salah”.
  • Agar menambah keseruan, ajak peserta untuk berteriak sesuai dengan arah pergerakannya.
  • Trainer bisa menaikkan level permainan ke tingkat yang lebih tinggi.
  • Trainer mengganti rumusnya dengan “benar-salah-benar-salah” atau “benar-benar-salah-salah”, sesuka hati trainer lalu mengucapkan perintah maju-mundur juga sesuka hati.
  • Peserta harus mengikuti rumus yang diberikan oleh trainer.
  • Kelompok yang salah dalam permainan ini akan dianggap gugur namun permainan tetap dilanjutkan kembali hingga tersisa satu kelompok pemenang.

21. Membentuk Kelompok

  • Peserta dalam keadaan berbaris atau bentuk lingkaran.
  • Saat trainer berteriak 4 maka peserta harus membentuk kelompok yang terdiri dari empat orang secepat mungkin.
  • Selanjutnya trainer berteriak 5 maka peserta harus membentuk kelompok yang terdiri dari lima orang dan seterusnya.
  • Dalam permainan ini akan ada beberapa peserta yang tidak kebagian kelompok.
  • Peserta yang tidak kebagian kelompok boleh dihukum.

*Agar lebih seru, angka bisa diganti dengan kalimat misalnya “tugu pahlawan” yang menunjukkan angka 1 artinya peserta hanya diam di tempat, “menari berpasangan” yang menunjukkan angka 2, “segitiga sama sisi” yang menunjukkan angka 3, dst.

22. Ekor-Naga

  • Peserta dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 9-10 orang.
  • Semakin banyak peserta maka akan semakin seru.
  • Dua kelompok tersebut harus membentuk barisan yang panjang dan saling menyambung satu sama lain.
  • Hadapkan kelompok satu dan kelompok dua.
  • Peserta paling depan bertindak sebagai kepala naga dan peserta paling belakang sebagai ekor naga.
  • Kepala naga harus memakan ekor naga kelompok lain dan begitupun sebaliknya.
  • Ekor naga harus menghindar dari kepala naga yang mengintainya.
  • Saat trainer memulai permainan maka peserta harus bergerak secepat mungkin untuk menjalankan misinya.

23. Lomba Buat Ikatan Panjang

  • Bagi peserta menjadi dua kelompok yang terdiri dari 10 orang atau lebih.
  • Kunci dalam permainan ini ialah peserta harus membuat ikatan yang paling panjang.
  • Peserta hanya boleh menggunakan sesuatu yang ada pada dirinya untuk dijadikan sebagai ikatan baik itu tali sepatu, sandal, ikat pinggang, sepatu, kaos kaki, dan bisa juga anda saling berpegangan tangan antar peserta kelompok namun sebaiknya hal ini jangan disampaikan kepada peserta.
  • Biarkan peserta melakukannya sesuai dengan kreativitas mereka hingga batas waktu habis.

Itulah 20+ contoh game ice breaking lucu yang bisa kamu terapkan atau aplikasikan ketika sedang menjadi trainer atau mentor sebuah kegiatan public speaking atau outbound. Ikuti terus TekoNeko ya 😀

5 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.