Ciri-ciri Enzim dan Cara Kerjanya dalam Proses Metabolisme Tubuh

Ciri-ciri Enzim – Sebelum mengenali ciri-ciri enzim, ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui apa sebenarnya enzim itu. Enzim ialah senyawa protein yang bertindak selaku biokatalisator yang berarti senyawa tersebut mampu mempercepat suatu reaksi kimia, akan tetapi zat itu sendiri tak ikut bereaksi.

Dikutip dari Wikipedia, enzim ialah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik.

Umumnya sebuah enzim tersusun dari dua bagian, yaitu apoenzim yang di dalamnya mengandung protein, dan koenzim yang di dalamnya tak mengandung protein. Lalu, apa sajakah ciri-ciri dari suatu enzim, berikut pemaparannya.

Ciri-ciri Enzim dan Penjelasannya

wikiwand.com

1. Enzim bekerja secara spesifik

Artinya enzim tak dapat bekerja pada semua substrat, akan tetapi hanya dapat bekerja pada substrat-substrat tertentu saja.

2.Enzim berupa koloid

Artinya dalam larutan, enzim akan membentuk suatu koloid sehingga aktivitasnya menjadi lebih besar.

3. Enzim dapat bereaksi dengan substrat asam dan basa.

Artinya, sisi aktif enzim mempunyai gugus R residu asam amino yang spesifik.

4. Termolabil

Artinya aktivitas enzim sangat dipengaruhi oleh suhu. Jika suhu rendah, maka aktivitas enzim akan melambat. Semakin tinggi suhu, maka reaksi kimia yang dipengaruhi enzim semakin cepat. Namun, jika suhu terlalu tinggi, makan enzim akan mengalami denaturasi.

5. Cara kerja enzim bersifat bolak-balik (reversible),

Artinya enzim tak dapat menentukan arah reaksi, namun hanya dapat mempercepat laju reaksi hingga mencapai sebuah keseimbangan.

Cara Kerja Enzim

ufjf.br

Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan suatu reaksi. Hal tersebut dilakukan dengan menurunkan energi aktivasi (energi yang dibutuhkan untuk melakukan reaksi). Penurunan energi aktivasi dilakukan dengan membentuk kompleks dan substrat.

Sederhananya, kerja enzim dapat digambarkan sebagai berikut:

Substrat + Enzim –> Kompleks Enzim – Substrat –> Enzim Produk

Setelah produk dihasilkan dari suatu reaksi, maka enzim kemudian dilepaskan. Enzim kemudian bebas untuk membentuk kompleks yang baru beserta substrat yang lainnya.

Secara umum, cara kerja enzim dapat dijelasknan dengan menggunakan dua teori, yakni teori gembok dan kunci dan teori kecocokan terinduksi.

1. Teori Gembok dan Kunci (Lock and Key Theory)

pintarbiologi.com

Teori menyatakan bahwa enzim dan substrat akan menyatu bersama lalu membantuk kompleks, layaknya kunci yang masuk ke gemboknya. Dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks akan lepas berikut produknya serta membebaskan enzim

2. Teori Kecocokan yang Terinduksi (Induced Fit Theory)

wizamisasi.com

Sisi aktif sebuah enzim bersifat fleksibel sehingga dapat berubah-ubah bentuk sesuai dengan bentuk substratnya. Saat substrat memasuki sisi aktif dari enzim, maka bentuk sisi aktif akan termodifikasi membentuk kompleks. Saat produk lepas dari kompleks, maka enzim kembali tak aktif menjadi bentuk lepas, hingga substrat lain dapat bereaksi dengan enzim tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Reaksi Enzim

Ada banyak faktor yang mempengaruhi mekanisme reaksi enzim, yakni meliputi diantaranya:

1. Suhu dan pH

Enzim hanya dapat bekerja secara maksimal pada kisaran suhu antara 38-40 derajat Celcius dan kadar pH antara 6-8.

2. Konsenstrasi enzim dan substrat

Penambahan konsentrasi antara keduanya berakibat peningkatan pada kecepatan reaksi sehingga kemudian dicapai kecepatan yang konstan. Tambahan dari zat kimia tertentu juga dapat meningkatkan aktivitas kerja suatu enzim.

3. Ada atau tidaknya inhibitor

Ada dua jenis inhibitor enzim yakni inhibitor kompetitif dan inhibitor non-kompetitif. Inhibitor kompetitif ialah molekul penghambat yang ketika bekerja ia akan bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim. Sementara inhibitor non-kompetitif ialah molekul penghambat enzim yang cara kerjanya dengan melekatkan diri pada sisi luar aktif, sehingga bentuk enzim akan berubah dan sisi aktifnya menjadi tak berfungsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.