7 Langkah Mudah Cara Menanam Anggrek dengan Media Arang

7 Langkah Mudah Cara Menanam Anggrek dengan Media Arang

Cara Menanam Anggrek dengan Media ArangAnggrek memang terkenal sebagai salah satu tanaman hias yang populer dengan bunganya yang sangat indah. Variasi dari bunga anggrek sendiri hampir tidak terbatas.

Karena warna serta bentuk bunganya yang indah dan bervariatif itulah kemudian bunga anggrek dijadikan sebagai koleksi oleh sebagian orang. Cara menanam anggrek pun memiliki teknik tersendiri yang bisa dikatakan lebih rumit dibanding dengan menanam tanaman bunga jenis lain.

Ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan agar bunga anggrek tumbuh subur dan sehat hingga mampu berbunga terus-menerus di pekarangan rumah kita. Salah satunya yakni pemilihan media tanam anggrek yang tepat dan sesuai dengan jenis anggrek.

Pada artikel kali ini akan dibahas tentang cara menanam anggrek dengan media arang. Selain itu, juga akan dibahas tipe-tipe anggrek serta jenis-jenis media tanam anggrek lain yang mungkin bisa diaplikasikan nantinya. Selamat membaca.

Kalung Kucing Liontin Bahan Kulit Asli Premium

Apa Itu Media Tanam?

pupukorganik.co
pupukorganik.co

Media tanam adalah bahan atau media yang digunakan sebagai tempat atau perantara tumbuh dan berkembangnya akar suatu tanaman. Media tanam bisa saja berupa tanah ataupun non-tanah.

Fungsi utama dari sebuah media tanam yaitu sebagai penyangga atau penopang tanaman yang dipelihara di dalam pot atau drum, sebagai penyedia nutrisi dan unsur hara, serta sebagai penyedia air untuk tanaman. Ada begitu banyak media tanam yang dijual di pasaran.

Baik tidaknya sebuah media tanam paling tidak harus memenuhi beberapa syarat yakni mengandung unsur mikro dan makro yang sangat penting untuk tumbuh kembang tanaman. Tanda-tanda bahwa media tanam itu baik dan cocok adalah mampu menghasilkan tanaman yang sehat, berdaun lebat, sering berbuah (jika tanaman buah), daun berwarna cerah, serta tahan dari serangan penyakit.

Media tanam merupakan hal yang paling penting ketika ingin menanam tanaman anggrek. Tingkat kelembaban serta kecepatan angin yang berbeda di tiap wilayah membuat susah untuk menentukan media tanam yang tepat dan sesuai standar bagi tanaman anggrek.

cara menanam anggrek dengan media arang
pixabay.com

Secara umum, media tanam paling tidak memenuhi kriteria mampu menjaga kelembaban akar, kemampuan mengikat udara yang bagus, serta kemampuan menahan ketersediaan unsur hara yang mumpuni. Jenis media tanam yang dipakai di setiap daerah bahkan nyaris tidak selalu sama.

Negara di Asia Tenggara sendiri sejak tahun 1940 yang lalu menggunakan media berupa arang, sabut kelapa, batang pakis, serta pecahan batu bata/genteng. Terkadang bahan-bahan tersebut tidak hanya digunakan murni satu jenis saja, namun juga dikombinasikan dengan perbandingan tertentu antara satu bahan dengan bahan yang lain.

Untuk mendapatkan anggrek yang tumbuh sehat dan indah, media tanam yang sesuai dengan tipe tanaman anggrek perlu disiapkan terlebih dahulu. Oleh karenanya, kita wajib mengetahui karakteristik media tanam tersebut beserta kelebihan dan kekurangannya.

Jenis-jenis Bunga Anggrek Berdasar Tipe Pertumbuhan

Setidaknya ada empat jenis anggrek jika dilihat berdasarkan tipe pertumbuhan, yakni sebagai berikut:

1. Anggrek Saprofit

www.orchidsforum.com
www.orchidsforum.com

Jenis anggrek yang tidak memiliki daun serta klorofil. Anggrek ini hidup dan tumbuh di media yang banyak mengandung humus atau daun-daun kering dan tidak perlu banyak sinar matahari. Contoh: Goodyera sp.

2. Anggrek Epifit

www.flickr.com
www.flickr.com

Anggrek jenis ini menempel dan tumbuh menumpang di pohon lain, tanpa merugikan inangnya. Akar anggrek jenis ini menyerap zat makanan dari air hujan, kabut atau udara yang ada di sekitarnya. Contoh: Cattleya sp, Dendrobium sp, Phalaenopsis sp, Vanda sp.

3. Anggrek Terestrial

www.youtube.com
www.youtube.com

Anggrek jenis ini adalah anggrek yang hidup dan tumbuh di tanah serta akarnya mengambil unsur hara langsung dari tanah. Media tanam anggrek ini berupa pecahan genteng/batu bata yang berukuran agak besar, serat pakis yang sudah digodok, serabut kelapa yang sebelumnya direndam air selama kurang lebih 2 minggu, arang kayu, dan pecahan batu bata/genting. Contoh: Phailus sp.

4. Anggrek Litofit

orchidkarma.com
orchidkarma.com

Anggrek jenis ini tumbuh di bebatuan ataupun tanah yang berbatu serta tahan terhadap sinar matahari yang penuh. Makanan anggrek ini diambil dari air hujan, udara, serta humus pada tanah. Contoh: Paphiopedilum sp.

Jenis-jenis Media Tanam Anggrek

Ada banyak bahan yang bisa dijadikan sebagai media tanam bunga anggrek, di bawah ini terdapat 5 jenis bahan yang umum digunakan para pecinta anggrek untuk media tanam, yakni arang, pecahan batu, batang pakis, coco peat, dan moss. Sebenarnya masih ada satu jenis media tanam yang saat ini populer digunakan oleh para pecinta tanaman, yaitu hidrogel. Akan tetapi, hidrogel tidak cocok untuk digunakan sebagai media tanam anggrek.

1. Arang

foodbakingstory.blogspot.com
foodbakingstory.blogspot.com

Media ini memiliki kemampuan mengikat air yang cukup bagus. Tidak mudah lapuk dan juga tidak mudah ditumbuhi cendawan serta bakteri menjadi kelebihan media ini. Namun, sayangnya media ini memiliki unsur hara yang sangat sedikit serta harga yang relatif tidak murah dibanding media yang lain.

2. Pecahan Batu Bata/Genteng

serilaman.sekolah4u.com
serilaman.sekolah4u.com

Kedua media ini sangat cocok digunakan untuk menanam anggrek karena tidak mudah lapuk dan memiliki drainase serta aerasi yang lumayan bagus. Akar anggrek pun dapat melekat dengan baik di media dan mampu menyimpan air serta unsur hara.

3. Batang Pakis

buwinaatikw.blogspot.com
buwinaatikw.blogspot.com

Media ini merupakan yang paling populer digunakan para penggemar bunga anggrek. Tidak mudah lapuk, daya ikat air yang bagus serta kemampuan aerasi dan drainase yang baik menjadi kelebihan batang pakis. Usahakan pakis yang digunakan sebagai media tanam berbentuk potongan-potongan kecil tapi tidak sampai halus karena berpotensi menimbulkan busuk akar.

Sebelum menggunakan media ini ada baiknya pakis direndam dahulu di larutan fungisida dan insektisida untuk menghindari pakis menjadi sumber inokulum dan menjadi sarang serangga. Jangan menumpuk pakis ketika ingin disimpan, melainkan digantung.

4. Sabut Kelapa/Coco Peat

kebonbojong.blogspot.com
kebonbojong.blogspot.com

Media satu ini mudah diperoleh dengan harga yang cukup murah di pasaran. Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam ialah memiliki daya simpan air yang sangat bagus dan mengandung unsur hara yang diperlukan anggrek. Namun, media ini mudah lapuk dan membusuk sehingga berpotensi menimbulkan penyakit.

Jika ingin memakai media tanam ini, usahakan pilih sabut kelapa yang sudah lumayan tua dan potong sesuai ukuran pot anggrek. Rendam di larutan fungisida untuk mencegah serangan jamur dan simpan sabut kelapa yang tak terpakai di tempat sejuk dan kering.

5. Lumut/Moss

amabilisorchids.wordpress.com
amabilisorchids.wordpress.com

Sifat media tanam ini yakni mampu mengatur kelembaban, sehingga tidak mudah menimbulkan busuk akar pada anggrek. Media ini juga termasuk yang paling awet karena bisa dipakai selama 1 tahun, oleh karena itu harganya relatif mahal. Untuk menangkal serangan penyakit, media ini bisa direndam terlebih dahulu di larutan fungisida.

Kelebihan dan Kekurangan Arang Sebagai Media Tanam Anggrek

7rin.blog.jp
7rin.blog.jp

Media tanam untuk anggrek yang sudah dijabarkan di atas tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Media arang sendiri memiliki salah satu kelebihan di daerah dengan kelembaban tinggi yakni sangat cocok untuk jenis anggrek Dendrobium dan Cattleya.

Kelebihan

  • Arang tidak mudah lapuk.
  • Bagus sebagai buffer atau penyangga.
  • Menyimpan cairan relatif lebih lama.
  • Mudah menyerap kelembaban sehingga cocok untuk jenis anggrek dengan perlu kadar kelembaban yang tinggi.
  • Memiliki kemampuan menetralisir racun.
  • Tidak mudah ditumbuhi bakteri dan jamur karena arang sudah melalui proses pembakaran bersuhu tinggi sehingga bersifat steril
  • Kebusukan akar dapat dihindari karena kondisi media yang kering.

Kekurangan

  • Harga relatif mahal.
  • Akar anggrek sulit mengikat air karena keterbatasan ruang gerak.
  • Miskin unsur hara yang dibutuhkan anggrek untuk tumbuh.

Cara Menanam Anggrek dengan Media Arang

Kelebihan serta kekurangan arang sebagai media tanam untuk anggrek sudah kita ketahui, sekarang saatnya untuk tahu bagaimana cara menanam anggrek dengan media arang yang baik dan benar.

Sebelum menanam anggrek dengan media arang, kita perlu menyiapkan sebuah tempat berupa pot atau drum yang digunakan untuk menambahkan media tanam serta anggrek yang akan ditanam bersamanya. Pot untuk menanam anggrek biasanya terbuat dari tanah liat.

Sekilas pot tersebut hampir mirip dengan pot tanah liat tanaman hias pada umumnya. Perbedaannya, pot tanah liat untuk bunga anggrek memiliki lubang-lubang berukuran kecil dengan diameter sekitar 2 cm. Fungsi dari lubang tersebut adalah untuk memperlancar sirkulasi udara dan mempermudah drainase dan aerasi.

Selain itu, pot tanah liat mudah menyerap air dan kelebihan air pun dapat disimpan, sehingga penyakit busuk akar dapat dihindari. Kondisi akar anggrek pun juga terjaga meski di kondisi yang lembab sekalipun.

Akan tetapi, pot tanah liat memiliki kekurangan berupa lumut yang tumbuh di badan atau dinding luar pot setelah digunakan dalam waktu yang lama. Pertumbuhan lumut semakin menjadi-jadi di musim hujan.

kebonbojong.blogspot.com
kebonbojong.blogspot.com

Usahakan untuk tidak menempatkan pot langsung menyentuh permukaan tanah. Hal tersebut dapat mengganggu sistem aerasi dan drainase tanaman setelah disiram. Lubang di dasar pot pun bisa tertutup dan berpotensi menimbulkan busuk akar karena air yang mengendap.

Berikut adalah langkah-langkah cara menanam anggrek dengan media arang.

1. Potong arang menjadi potongan kecil terlebih dahulu sebelum digunakan. Sifat arang yang keras mampu menghambat pergerakan akar anggrek untuk mengikat air, dengan memotongnya menjadi kecil hambatan tersebut dapat diminimalisir.

Sebagai panduan, untuk pot berdiameter 15 cm atau lebih, potongan arang yang digunakan biasanya memiliki panjang 2 cm, lebar 2-3 cm, dan tebal 2-3 cm. Jika pot lebih kecil, gunakan juga potongan arang yang lebih kecil.

2. Buatlah tiang penyangga di hingga menyentuh dasar pot bunga. Akan lebih baik jika menggunakan kawat dengan diameter 2-4 mm karena lebih kokoh dan tahan lama. Fungsi penyangga ini untuk membuat anggrek tidak bergoyang ketika disiram ataupun karena sebab yang lain. Jika akar sudah menempel kuat pada pot, penyangga bisa dilepas.

3. Tambahkan pecahan batu bata/genteng sebanyak sepertiga dari tinggi pot tersebut.

4. Tambahkan media arang sebanyak sepertiganya lagi.

5. Baru kemudian letakkan anggrek di atasnya dengan mengatur letaknya agar menyebar rata.

6. Ikatlah batang anggrek di tiang penyangga yang sudah dibuat tadi agar berdiri kokoh. Jangan mengikat terlalu kencang karena dapat melukai bunga anggrek.

7. Terakhir, taruh isi sisa ruangan pada pot dengan media arang secukupnya. Jangan terlalu banyak menggunakan media tanam apalagi sampai membuat batang tertutup seluruhnya.


Demikian langkah-langkah bagaimana cara menanam anggrek dengan media arang. Usahakan menempatkan bunga anggrek dalam pot di tempat dengan atap yang tertutup. Tujuannya agar anggrek ternaungi dan terlindungi dari sinar matahari. Bisa juga dengan menggantungnya dengan menggunakan kawat.

Semoga bermanfaat dan bagikan artikel ini ke teman-teman sesama pecinta anggrek.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.